Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Peminat Saintek Terbanyak SBMPTN 2015 adalah ITB

Peminat Saintek Terbanyak SBMPTN 2015 adalah ITB - Dari data yang dihasilkan pengumuman SBMPTN 2015 kemarin, Untuk Jurusan Saintek para pendaftar banyak yang memilih kampus ITB sebagai lokasi pilihan kampusnya. Institute Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki nilai tertinggi rata-rata pada penerima calon mahasiswa jurusan Saintek pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, yakni dengan jumlah 706, 52 peminat.



Selain ITB dengan jumlah tertinggi peminat Saintek sebanyak 706, 52 orang. Adapula PTN lain yang juga menerima banyak mahasiswa yang ingin berkonsentrasi di jurusan Saintek, yaitu Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Indonesia (UI). Sedangkan paling kecil peminat jurusan Saintek pada SBMPTN 2015 adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan jumlah yang lulus sekira 604,69 orang.

Peminat Saintek Terbanyak SBMPTN 2015 adalah ITB

Berikut daftar 10 PTN dengan nilai rata-rata tertinggi peserta pada jurusan Saintek SBMPTN 2015 :

1. ITB dengan jumlah 706,52 orang.

2. UI dengan jumlah 673,65 orang.

3. ITS dengan jumlah 652,00 orang.

4. UGM dengan jumlah 651,99 orang.

5. Undip dengan jumlah 624,63 orang.

6. Unpad dengan jumlah 622,71 orang.

7. Unair dengan jumlah 621,15 orang.

8. UNS dengan jumlah 621, 07 orang.

9. IPB dengan jumlah 616,13 orang.

10. UNY dengan jumlah 604,69 orang.

Selamat untuk ITB, JIka ingin mengetahui lebih lanjut tentang ITB bisa lihat di profil ITB

Mahasiswa ITB dan ITS Rintis Rumah Angklung bagi Anak Jalanan

Mahasiswa ITB dan ITS Rintis Rumah Angklung bagi Anak Jalanan - ITB dan ITS tidak hanya besar kampusnya saja, namun besar karyanya juga. Salah satu karya yang besar kali ini adalah Membuat Rumah angklung. Dua Mahasiswa yang namanya jadi terkenal ini adalah Lydia Ignacia mahasiswa teknik kimia angkatan 2011 Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Andika Dwiparana mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) menuangkan kreatifitas mereka dengan menciptakan House of Angklung (HoA) Surabaya bagi anak jalanan. Atas prakarsa dua mahasiswa, ini HoA Surabaya mendapatkan penghargaan Social Venture Challenge (SVC) pada Maret 2015 di Goyang-City, Korea Selatan.

“Sekarang ini sudah lebih dari 60 anak jalanan yang aktif dalam HoA Surabaya," jelas Lydia di laman Unpad, Selasa (2/7/2015).

HoA Surabaya berawal dari rasa cinta terhadap alat musik tradisional Jawa Barat, yakni angklung. Lydia bersama Andika mulai menginisiasi HoA Surabaya. HoA Surabaya adalah bentuk sanggar ekspansi dari komunitas angklung Surabaya yang didirikan pada 2013.

Mahasiswa ITB dan ITS Rintis Rumah Angklung bagi Anak Jalanan

Dengan mengusung tema ‘Spread the Culture, Leverage the Education’, diharapkan HoA Surabaya bukan hanya dapat menyebarkan kesenian Jawa Barat di daerah lain, melainkan turut menyumbangkan kontribusi positif bagi dunia pendidikan anak.

"HoA Surabaya adalah sebuah wadah bagi mereka yang mencintai angklung sekaligus memiliki niatan untuk berbagi kepada sesama. Mengingat target utama dari angklung adalah anak jalanan yang putus sekolah untuk diajarkan supaya dapat bermain dan sekaligus menjadi pengajar angklung," jelas Lydia.

Menurut Lydia, baru-baru ini HoA Surabaya yang didukung anak jalanan melangsungkan dua acara, yakni FTI Fun days ITS serta ASEAN Youth Collaboration Festival (AYCF) 2015 di Mojokerto. Selain upah yang diterima dari pertunjukan yang ditampilkan di universitas, anak-anak jalanan di HoA Surabaya juga dapat berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dan rektor.

“Tujuannya untuk menumbuhkan motivasi untuk terus melanjutkan studi anak jalanan hingga tahap perguruan tinggi. Selain untuk empowering anak-anak, acara ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan angklung ke warga luar Indonesia,” ujar Lydia.

sumber : okezone