Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Pengertian Katabolisme

Pengertian Katabolisme - Masih bersama materi biologi, kita sekarang akan membahas tentang pengertian katabolisme. Karena kemaring kita membahas tentang pengertian Metabolisme, sekarang kita akan melanjutkan ke materi katabolisme. Katabolisme merupakan proses penguraian atau pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Atau lebih detilnya Katabolisme merupakan reaksi pemecahan atau penguraian senyawa kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang menghasilkan energi. Untuk dapat digunakan oleh sel, energi yang dihasilkan harus diubah menjadi ATP (Adenosin TriPhospat). ATP merupakan gugus adenin yang berikatan dengan tiga gugus fosfat. Pelepasan gugus fosfat menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel, yang digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi, dan lain-lain. Contoh katabolisme adalah respirasi sel, yaitu proses penguraian bahan makanan yang bertujuan menghasilkan energi. Sebagai bahan baku respirasi adalah karbohidrat, asam lemak, dan asam amino dan sebagai hasilnya adalah CO2 (karbon dioksida, air dan energi). Respirasi dilakukan oleh semua sel hidup, sel hewan maupun sel tumbuhan


Pengertian Katabolisme

Berdasarkan kebutuhan oksigen, respirasi dibedakan menjadi 2 yaitu :

1.Respirasi Aerobik

Respirasi aerob adalah respirasi yang memerlukan oksigen bebas dari udara sebagai penerima elektron. Oksigen bebas ini digunakan untuk pembakaran bahan baku. Proses respirasi secara umum dapat kalian lihat sebagai berikut :

Senyawa organik + Oksigen Karbondioksida + Air + Energi

Secara umum, reaksi respirasi aerobik dibedakan menjadi tiga tahapan yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif dan siklus krebs, serta rantai transportasi elektron respirasi.

A. Glikolisis

Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan ATP NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber elektron berenergi tinggi. ATP ( Adenosin Trifosfat) merupakan senyawa berenergi tinggi. Setiap pelepasan gugus fosfatnya menghasilkan energi.

Pada proses glikolisis, setiap molekul glukosa diubah menjadi 2 molekul asam piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP. Glikolisis melibatkan enzim ATP dan ADP yang berperan untuk memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul yang lain.

Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol). Berikut ini adalah reaksi glikolisis secara lengkap:

TAHAP 1 - Molekul glukosa memasuki sel. Ketika melewati membran sel, glukosa mengalami fosforilasi dengan adanya penambahan ATP menjadi glukosa-6-fosfat. Glukosa yang mengikat fosfat dinamakan glukosa aktif atau glukosa reaktif. Pada tahap ini diperlukan 1 ATP.

TAHAP 2 - Glukosa-6-fosfat mengalami perubahan susunan molekul (isomerisasi) menjadi fruktosa-6-fosfat.

TAHAP 3 - Penggunaan 1 ATP menghasilkan fruktosa-1,6-difosfat.

TAHAP 4 - Fruktosa difosfat aldolase memecah fruktosa 1,6 difosfat menjadi gliseraldehid-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat.

TAHAP 5 - Terjadi reaksi kesetimbangan antara gliseeraldehid-3-fosfat dan hidroksi aseton fosfat.

TAHAP 6 - Pada reaksi pengubahan gliseraldehid-3-fosfat menjadi 1,3-difsfogliserat, terjadi oksidasi dengan adanya transfer H kepada NAD menjadi NADH. Senyawa fosfat berasal dari senyawa anorganik H3PO4 yang kandungan energinya rendah. NADH yang terbentuk sebanyak 2 molekul.

TAHAP 7 - Terjadi transfer fosfat kepada ADP dari 1,3-difosfogliserat sehingga terbentuk ATP dan 3-fosfogliserat. ATP yang terbentuk sebanyak 2 molekul.

TAHAP 8 - Terjadi perubahan 3-fosfogliserat menjadi 2-fosfogliserat.

TAHAP 9 - 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenolpiruvat.

TAHAP 10 - Terjadi transfer fosfat dari fosfoenolpiruvat kepada ADP sehingga dihasilkan ATP. Pada tahap ini, fosfoenolpiruvat berubah menjadi asam piruvat. Pada tahap ini, terbentuk 2 molekul AT

Keseluruhan reaksi glikolisis, dapat dibuat persamaan reaksi sebagai berikut :

Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2NAD+ 2 Piruvat + 2H2O + 2ATP + 2NADH +2H+
Setiap tahap – tahap reaksi dalam metabolisme termasuk reaksi – reaksi pada glikolisis ini melibatkan enzim.

B. Dekarboksilasi Oksidatif dan Siklus krebs
1) Dekarboksilasi Oksidatif

Senyawa hasil dari tahapan glikolisis akan masuk ke tahapan dekarboksilasi oksidatif, yaitu tahapan pembentukan CO2 melalui reaksi oksidasi reduksi (redoks) dengan O2 sebagai penerima elektronnya. Dekarboksilasi oksidatif ini terjadi di dalam mitokondria sebelum masuk ke tahapan siklus Krebs. Oleh karena itu, tahapan ini disebut sebagai tahapan sambungan (junction) antara glikolisis dengan siklus krebs.

Pada tahapan ini, asam piruvat (3 atom C) hasil glikolisis dari silosol diubah menjadi asetil koenzim A (2 atom C) di dalam mitokondria. Pada tahap 1, molekul piruvat (3 atom C) melepaskan elektron (oksidasi) membentuk CO2 (piruvat dipecah menjadi CO2 dan molekul berkarbon 2), Pada tahap 2, NAD+ direduksi (menerima elektron) menjadi NADH + H+ . Pada tahap 3, molekul berkarbon 2 dioksidasi dan mengikat Ko-A (koenzimA) sehingga terbentuk asetil Ko-A. Hasil akhir tahapan ini adalah asetil koenzim A, CO2, dan 2NADH.

2) Siklus krebs

Asetil Ko-A tang telah terbentuk akan menjadi bahan baku pada siklus selanjutnya, yaitu siklus krebs. Oleh karena itu, Asetil Ko-A disebut senyawa intermediate atau senyawa antara. Siklus krebs terjadi di matriks mitokondria dan disebut juga siklus asam trikarboksilat. Hal ini disebabkan siklus Krebs tersebut menghasilkan senyawa yang mempunyai 3 gugus karboksil, seperti asam sitrat dan asam isositrat.

Asetil koenzim A hasil dekarboksilasi oksidatif memasuki matriks mitokondria untuk bergabung dengan asam oksaloasetat dalam siklus krebs, membentuk asam sitrat. Demikian seterusnya, asam sitrat membentuk bermacam-macam zat dan akhirnya membentuk asam oksaloaasetat lagi.

Berikut ini tahapan-tahapan dari 1 kali siklus krebs:

1. Asetil Ko-A (2 atom C) menambahkan atom C pada oksaloasetat (4 atom C) sehingga dihasilkan asam sitrat (6 atom C).

2. Sitrat menjadi isositrat (6 atom C) dengam melepas H2O dan menerima H2O kembali.

3. Isositrat melepaskan CO2 sehingga terbentuk - ketoglutarat (5 atom C)

4. - ketoglutarat melepaskan CO2.NAD+ sebagai akseptor atau penerima elektron untuk membentuk NADH dan menghasilkan suksinil Ko-A (4 atom C)

5. Terjadi fosforilasi tingkat substrat pada pembentukan GTP (Guanosin trifosfat) dan terbentuk suksinat (4 atom C).

6. Pembentukan fumarat (4 atom C) melalui pelepasan FADH2

7. Fumarat terhidrolisis (mengikat 1 molekul H2O) sehingga membentuk malar (4 atom C).

8. Pembentukan oksaloasetat (4 atom C) melalui pelepasan NADH.

C. Sistem Tranpor Elektron

Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. Transpor elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs. Selain itu, molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom b, sitokrom c, dan sitokrom a.

Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+.

Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.

Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP.

Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul. Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut.

Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. Ditambah dari hasil Glikolisis (2ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP. Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP.

2. Respirasi Anaerob

Dalam reaksi oksidasi, tidak hanya terjadi penerimaan oksigen saja. Proses pelepasan elektron juga merupakan reaksi oksidasi. Oleh karena itu, oksidasi tanpa oksigen masih dapat memungkinkan terjadinya metabolisme. Berdasarkan kemampuan menggunakan oksigen dalam respirasi, organisme dibedakan menjadi 2 yaitu organisme aerobik (menggunakan oksigen ntuk respirasi) dan organisme anaerobik (mampu melakukan respirasi tanpa oksigen).

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.

Fermentasi ada tiga, yaitu :

1. Fermentasi Alkohol

Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras.

Reaksi Kimia:

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

2. Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat Di dalam sel otot asam laktat dapat menyebabkan gejala kram dan kelelahan. Laktat yang terakumulasi sebagai produk limbah dapat menyebabkan otot letih dan nyeri, namun secara perlahan diangkut oleh darah ke hati untuk diubah kembali menjadi piruvat.

3 Fermentasi Asam Cuka

Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.

Nah itulah materi kita kali ini yang membahas tentang pengertian katabolisme secara rinci. Anda bisa melihat materi yang lain di blog ini.

Pengertian Mitokondria dan Fungsinya

Pengertian Mitokondria dan Fungsinya - Masih ingatkah anda tentang istilah mitokondria ? mungkin bagi anda yang kuliah atau sekolah di SAINS pasti menjumpai istilah tersebut. Jadi bagi yang ingin mengetahui tentang mitokondria akan saya bahas disini. Karena memahami istilah istilah seperti ini tidak semudah kita latihan berjalan pada saat kita kecil dulu hehe. Mitokondria adalah salah satu bagian dari organel sel. Mitokondria dapat anda temukan pada sel hewan dan sel tumbuhan. Mitokondria sendiri berfungsi dalam respirasi sel yaitu menghasilkan energi.

Mitokondria memiliki dua lapisan membran atau salah satu organel sel yang bermembran rangkap. Permukaan membran luar mitokondria itu halus, sedangkan permukaan membran dalam mitokondria berlekuk-lekuk.
Lekukan lekukan pada mitokondria disebut sebagai krista. Pada bagian krista mitokondria terdapat enzim untuk fosfoforilasi oksidatif dan sistem transport elektron, sedangkan enzim dalam siklus krebs dan asam lemak terdapat dalam matriks mitokondria.

 Pengertian Mitokondria dan Fungsinya

Dalam mitokondria terdapat dua membran, yaitu ruang intermembran dan matriks mitokondria, Mitokondria memiliki ruang diantara kedua membran yang disebut ruang intermembran. Ruangan ini sempit, dan selektif. Membran bagian luar tidak dapat dilalui molekul kecil dan tidak dapat dilalui protein dan molekul besar.

Matriks mitokondria adalah ruang yang dibungkus oleh membran dalam. Dalam matriks mitokondria ini terjadi beberapa proses metabolisme. Protein yang ikut serta dalam proses respirasi dan enzim pembuat ATP dibentuk di membran dalam. Membran dalam mitokondria juga memiliki permukaan yang luas. Luasnya membran dalam mitokondria ini berfungsi untuk meningkatkan produktivitas respirasi selular. Bagian dalam matriks mitokondria banyak mengandung ribosom (baca organel ribosom), protein, RNA dan DNA (baca struktur DNA). Oleh karena ini, mitokondria adalah salah satu organel sel yang mampu mensintesis protein, selain inti sel (nukleus) dan Retikulum endoplasma.

Perlu ditekankan bahwa DNA mitokondria berbeda dengan DNA yang ada dalam inti sel (nukleus). DNA nukleus hanya berjumlah dua kopi dalam tiap sel sedangkan DNA mitokondria berjumlah lebih dari 1000 kopi dalam tiap sel. Dari segi bentuk, DNA mitokondria berbentuk lingkaran sedangkan DNA dalam inti sel (nukleus) berbentuk linear. Perbedaan DNA mitokondria dan DNA nukleus ada pada bagian hereditasnya. DNA mitokondria diturunkan hanya dari ibu (bersifat haploid /n) sedangkan DNA nukleus (inti sel) merupakan pencampuran dari DNA kedua orang tua.
Selain itu, perbedaan DNA nukleus dan DNA mitokondria adalah jumlah genom keduanya. Genom pada DNA mitokondria lebih sedikit dikarenakan secara garis besar hanya membawa gen yang berfungsi dalam proses respirasi selular.

Fungsi Mitokondria

Satu satunya fungsi mitokondria dan yang paling utama adalah rmenghasilkan energi melalui proses respiras aerob atau oksidatif dalam bentuk ATP melalui proses siklus krebs atau siklus asam trikarboksilat, adapun fungsi mitokondria yang lain adalah mengatur aktivitas metabolisme sel.

Semoga artikel  ini menambah wawasan anda. baca juga tentang pengertian bioteknologi yang mungkin sedang anda cari saat ini.

Pengertian Bioteknologi

Pengertian Bioteknologi - Kita tahu bahwa dalam materi biologi banyak sekali istilah istilah yang perlu kita pahami dan juga dimengerti, salah satunya adalah bioteknolologi. Apa itu bioteknologi ? kita akan bahas bersama disini. Bioteknologi adalah gabungai antara sains dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan ragam teknologi yang terpadu. Bioteknologi di bagi menjadi dua macam yaitu:konvensional dan modern.

Pengertian Bioteknologi

1. Bioteknologi konvensional
Bioteknologi konvensional adalah penggunaan mikroba untuk menghasilkan produk baru yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya: pembuatan tempe menggunakan jamur rhizopus dan pembuatan tape menggunakan ragi(sel khamir).


Bioteknologi konvensional digunakan untuk memproduksi berbagai macam konsumsi dengan menggunakan jasa mikroba dalam proses fermentasi. Seperti :
- Dalam pembuatan tempe menggunakan jamur rhizopus oryzae, rhizopus clamydosporus, rhizopus oligosporus .
- Dalam pembuatan tape, bir, roti menggunakan jamur saccharomyces cereivae.
- Dalam pembuatan kecap menggunakan jamur aspergillus oryzae untuk mengubah campuran kedelai menjadi kecap.
- Dalam pembuatan keju, yoghurt, dan mentega menggunakan jamur streptococcus lactis.
- Dalam pembuatan tauco menggunakan jamur aspergillus wenti.


2. Bioteknologi modern
Bioteknologi modern digunakan untuk membuat individu yang sifatnya telah di ubah seperti yang di inginkan antara lain:DNA rekombinan, cloning, hidroponik, kultur jaringan, inseminasi buatan, dan hibridasi.

DNA rekombinan
DNA rekombinan adalah zat kimia yang menyusun kromosom pada makhluk hidup. Pembuatan DNA rekombinan dengan cara melakukan pemotongan DNA pada suatu makhluk hidup lalu di sambung dengan makhluk hidup yang bersifat unggul. Makhluk hidup yang memiliki DNA rekombinan disebut organisme transgenic. Misalnya:tomat tahan lama, kapas tahan lama, dan jagung berprotein tinggi.

Kloning
Cara reproduksi vegetative buatan pada hewan tingkat tinggi di sebut kloning. Cloning menghasilkan individu yang memiliki sifat satu yang hanya berasal dari induknya. Cloning dilakukan oleh tanaman dengan cara di stek, seperti: ketela rambat, singkong, kangkung, dan tebu.

Hidroponik
Hidroponik adalah teknik penanaman tumbuhan yang tidak menggunakan media tanah, melainkan media pasir dan tanah. Bila menggunakan media pasir maka di perlukan bahan-bahan yang dapat di gunakan untuk menopang akar. Seperti :arang, sabut kelapa, atau bebatuan. Sehingga udara dan unsure hara akan di serap oleh akar. Teknik ini sangat cocok untuk berlahan sempit.

Keuntungan menggunakan teknik ini adalah:
● dapat di tanam dalam lahan yang tidak cukup luas.
● penambahan pupuk dapat sesuai dengan takaran.
● jenis tanaman berkualitas tinggi.
● tanaman tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Kultur Jaringan(tissue culture)
Ilmuwan schleiden dan Schwann mengemukakan bahwa setiap sel memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi individu baru bila di letakkan dalam media yang sesuai. Teknik ini dilakukan dengan cara mengambil salah satu jaringan tubuh tumbuhan yang memungkinkan untuk menjadi individu baru. Jaringan tanaman yang diambil untuk bahan kultur jaringan disebut explant. Tiga hal penting dalam pengambilan explant ,yaitu:
▪ sebaiknya explant dipilih dari bagian sel nya yang paling muda.
▪ sebaiknya explant diambil dari jaringan yang masih aktif mengalami pertumbuhannya.
▪ sebaiknya explant diambil dari bagian akar, daun, mata tunas atau umbi yang masih terlindung rapat oleh sisik.

Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan disebut juga kawin suntik. Teknik ini banyak dilakukan pada hewan yang bertujuan untuk memperoleh bibit unggul. Teknik ini dilakukan dengan cara mengambil spermatozoid pada sapi jantan yang bersifat unggul lalu disuntikkan pada alat kelamin sapi betina agar terjadi penbuahan. Sapi unggul hasil inseminasi buatan di antaranya: sapi brahmana, sapi zebu, dan sapi fries hollands.

Hibridisasi (persilangan)
Hibridisasi adalah perkawinan silang antara dua individu yang bersifat beda, agar bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Pada umum nya teknik ini digunakan oleh tanaman dan hewan. Contoh hewan hibrida antara lain:
● kambing Columbia, berasal dari persilangan antara kambing ramboullet dengan Lincoln.
●sapi pedaging santa gertudis, berasal dari sapi brahmana dengan sapi local.
Sifat-sifat unggul pada tumbuhan yaitu: produksi tinggi(buahnya), tahan hama dan penyakit, dapat ditanam di semua jenis tanah. Sifat-sifat unggul pada hewan yaitu: produksi tinggi(daging, susu, dan telur), tahan penyakit, dapat hidup di berbagai iklim.

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern
 Berikut perbedaan bioteknologi konvensionsl dan modern. Yang di tampilkan dalam tabel berikut.
sifat
konvensional
modern
Penggunaan teknik.
Peragian/fermentasi.
DNA rekombinan.
Campur tangan manusia.
Terbatas dan secara alami.
Mengubah sifat makhluk hidup
Produk hasil
Alcohol,kecap, tauco, keju, tempe, tape, dan yoghurt.
Tomat tahan lama, kapas tahan lama, dan jagung berprotein tinggi.

Nah sekarang sudah mengerti kan tentang bioteknologi ?

Sistem Pencernaan Pada Manusia Dan Hewan

Sistem Pencernaan Pada Manusia Dan Hewan - Berikut ini akan saya sampaikan materi menarik yang patut anda baca bagi siswa mahasiswa ataupun guru dan dosen sekalipun, bacaan yang saya tulis ini adalah tentang sistem pncrnaan. Sistem pencernaan merupakan sebuah sistem organ manusia atau hewan (multisel) yang dapat menerima makanan, atau mencernanya untuk menjadi energi dan nutrisi, dan dapat mengeluarkan sisa-sisa yang telah diproses dan dikeluarkan memlalui lubang (dubur). Pada sistem pencernaan hewan satu dengan yang hawan lainnya bisa juga sangat berbeda.

Secara detail, sistem pencernaan memiliki fungsi sebagai pengambil makanan, dan mencegahnya untuk menjadi sebuah molekul nutrisi yang lebih kecil lagi. Dan menyerap molekul tersebut masuk kedalam aliran darah kita, lalu membersihkan tubuh kita dari sisi-sisa pencernaan.

Dalam sistem pencernaan (organ) terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Saluran pencernaan

Dalam saluran pencernaan ada saluran yang berupa tabung dan dikelilingi otot. Ssaluran pencernaan yang mencerna makanan, mencegahnya menjadi sebuah bagian kecil dan diserap menuju pembuluh darah. Organ tersebuat ialah:

  1. 1. Mulut
  2. 2. Esofagus
  3. 3. Usus halus
  4. 4. Usus besar
  5. 5. Lambung
  6. 6. Faring

Dari usus besar sebuah makanan akan dikeluarkan dari tubuh lewat anus.

Organ pencernaan tambahan (aksesoris)

Organ pencernaan tambahan berfungsi sebagai pembantu saluran pencernaan untuk melakukan kerjanya. Lidah dan gigi ada dalam rongga mulut, kantong empedu dan kelenjar pencernaan menghubungkan ke saluran pencernaan lewat sebuah saluran. Tambahan kelenjar makanan akan membuat sekret yang berfungsi memabntu mencegah bahan makanan. Lidah, gigi, kantung empedu, dan beberapa kelenjar seperti kelencar hati, lidah dan pangkreas.

Diagram sistem pencernaan

  • 1. Kelenjar ludah
  • 2. Parotis
  • 3. Submandibularis (dibawah rahang)
  • 4. Sublingualis (dibawah lidah)
  • 5. Rongga mulut
  • 6. Amandel
  • 7. Lidah
  • 8. Esofagus
  • 9. Pankreas
  • 10. Lambung
  • 11. Saluran pankreas
  • 12. Hati
  • 13. Kantung empedu
  • 14. Duodenum
  • 15. Saluran empedu
  • 16. Kolon
  • 17. Kolon transversum
  • 18. Kolon ascenden
  • 19. Kolon descenden
  • 20. Ileum
  • 21. Sekum
  • 22. Appendiks/Umbai cacing
  • 23. Rektum/Poros usus
  • 24. Anus

Nah menarik kan artikelnya ?semoga anda terhibur

Pengertian Lemak dan Fungsinya

Pengertian Lemak dan Fungsinya - Bicara tentang lemak pastinya para wanita atau orang yang memiliki berat badan berlebih akan memberikan keterangan yang negatif tentang lemak, karena biasaya ini terjadi akibat terpengaruh dengan kondisi orang tersebut akan keberadaan lemak. Orang gemuk biasaya akan sedih jika disuruh membahas lemak, karena akan teringat pada diri sendiri yang tentunya kelebihan lemak pada dirinya. Namun jangan takut terhadap lemak, karena ternyata lemak itu juga ada manfaatnya lhooo. ingin tahu lebih dalam tentang lemak ? mari kita pelajari bersama sama tentang pengertian lemak berikut ini.

Lemak (Lipid) adalah zat organik hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air. Namun lemak dapat larut dalam pelarut organik seperti kloroform,eter dan benzen. Unsur penyusun lemak antara lain adalah Karbon(C),Hidrogenn(H),Oksigen(O) dan kadang-kadang Fosforus(P) serta Nitrogen(N).

Molekul lemak terdiri dari empat bagian,yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak.Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon(CH) dan gugus Karboksil(-COOH).Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil(-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.

Pengertian Lemak dan Fungsinya

Fungsi Lemak

Jangan salh, ternyata lemak juga ada manfaatnya lho. Banyaknya lemak yang dibutuhkan oleh tubuh manusia umumnya berbeda-beda tetapi umumnya berkisar antara 0,5-1gram lemak per 1kg berat badan per hari.Orang yang tinggal di daerah bersuhu dingin dan orang yang bekerja berat membutuhkan lemak lebih banyak.Di dalam tubuh kita,lemak memppunyai beberapa fungsi penting,diantaranya adalah:

  1. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah
  2. Sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K
  3. Sebagai pelindung alat-alat tubuh vital(antara lain jantung dan lambung),yaitu sebagai bantalan lemak
  4. Sebagai penghasil energi tertingggi
  5. Penahan rasa lapar,karena adanya lemak akan memperlambat pencernaan.Bila pencernaan terlalu cepat maka akan cepat pula timbulnya rasa lapar.
  6. Sebagai salah satu bahan penyusun membran sel
  7. sebagai salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin(khususnya untuk sterol)
  8. Sebagai salah satu bahan penyusun empedu,asam kholat (di dalam hati),dan hormon seks(khususnya untuk kolesterol.Pembawa zat-zat makan esensial


Berdasarkan komposisi kimianya lemak terbagi atas tiga,yaitu:

1.Lemak Sederhana

Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak.Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin(wax) malam atau plastisin(lemak sederhana yang padat pada suhu kamar),dan minyak(lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).

2.Lemak Campuran

Lemak Campuran merupakan gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak.Contoh lemak campuran adalah lipoprotein(gabungan antara lipid dan dengan protein),Fosfolipid(gabungan antara lipid dan fosfat),serta fosfatidilkolin(yang merupakan gabungan antara lipid,fosfat dan kolin).

3.Lemak Asli(Derivat Lemak)

Deriwat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid.misalnya kolesterol dan asam lemak.Berdasarkan ikatan kimianya asam lemak dibedakan menjadi 2,yaitu:

Asam lemak Jenuh,bersifat non-esensial karena dapat disintesis oleh tubuh dan pada umumnya berwujud padat pada suhu kamar.Asam lemak jenuh berasal dari lemak hewani,misalnya mentega.
Asam lemak tidak jenuh, bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh dan umunya berwujud cair pada suhu kamar.Asam Lema tidak jenuh berasal dari lemak nabati,misalnyya minyak goreng.

Sumber Lemak


Berdasarkan asalnya,sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,yaitu

  1. Lemak yang berasal daari tumbuhan(disebut lemak Nabati).Beberapa bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa,kemiri,zaitun,kacang tanah,mentega,kedelai,dll.
  2. Lemak yang berasal dari hewan(disebut lemak hewani).Beberapa bahan yang mengandung lemak hewani adalah daging,keju,susu,ikan segar,telur,dll.
Penting, Proses Pencernaan Lemak dalam tubuh

Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak.Pencernaan lemak terjadi di dalam usus,karena usus mengandung lipase.

Lemak keluar daari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormon kolesistokinin.Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari).Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak.Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai butiran lemak yang berukuran lebih kecil.ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas.Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monoligserida (gliserida tunggal).Pengeluaran cairan penkreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah elektrolit (senyawa penghantar listrik) dan cairan pankreas,serta pankreoenzim yang berperan untuk merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.


Absorpsi hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus.Pada waktu asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus,keduanya di ubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel kecil(jaringan lemak.Saar dibutuhkam,timbunan lemak tersenit akan diangkut menuju hati.

Nah Sudah jelas kan sekarang tentang keberadaan lemak yang ada di dalam tubuh kita ? Jadi jangan takut akan lemak dan jangan pula kebanyakan lemak. 

Definisi Pengertian Genotip dan Fenotip

Definisi Pengertian Genotip dan Fenotip - Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang apa yang namanya Genotip dan Fenotip, materi ini juga sangat penting untuk materi saat ujian nanti. Pengertian dan definisi dari GENOTIP atau GENOTIF atau GENOTIPE atau GENOTIPA adalah Komposisi pewarisan individu dengan atau tanpa ekspresi fenotip dari satu atau beberapa sifat. Klasifikasi gen dari komposisi tersebut dinyatakan dalam satu rumus. Genotip terutama ditentukan dari penampakan keturuanan atau kerabatnya. Interaksi Genotip dengan Lingkungannya membentuk FENOTIP.

Sedangkan Pengertian dari FENOTIP atau FENOTIF atau FENOTIPE atau FENOTIPA adalah Penampakan atau sifat yang nampak terlihat, menunjukan bentuk, dapat dideskripsi atau tingkat dari ekspresi karakter. Fenotip merupakan hasil dari interaksi Gen dan Lingkungan. Ekspresi total karakter suatu individu menjadi bahan pertimbangan dalam menjelaskan fenotip suatu individu. Bentuk fenotip yang serupa tidak selalu hasil perkawinan serupa.

Definisi Pengertian Genotip dan Fenotip

Untuk lebih mudah dipahami Genotip itu berasal dari kata "gen" yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan bersifat tetap. Gen itu tidak tampak oleh mata telanjang, jadi ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu. Contohnya untuk Genotip yang memiliki pasangan alela sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alela yang homozigot. Individu dengan genotip BB disebut homozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif. Untuk genotip yang memiliki pasangan alela berbeda misal Bb, merupakan pasangan alela yang heterozigot.

Fenotip adalah "sifat yang tampak" pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama.

Contohnya FENOTIP adalah Rambut Kerinting atau Sifat yang tampak oleh mata. Sedangkan GENOTIP-nya dalam simbol, Misalnya KK atau Kk.


Jadi bila dikemukan dalam rumus menjadi :

F = G + E

F = Fenotip
G = Genotip
E = Environment (Lingkungan).

Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena

Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena - Kali ini kampus info akan memberikan materi biologi yang isinya tentang perbedaan pembuluh arteri dan vena, setelah sebelumnya kampus-info juga memberikan materi pengertian awan, maka giliran sekarang yang akan dibahas adalah perbedaan pembuluh arteri dan vena. Maka simak baik baik artikel berikut ini agar anda belajar semakin nyaman dan mudah dipahami.

Perhatikan baik baik tentang ciri ciri kedua pembuluh tersebut dan lihat perbedaannya.
Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena

Pembuluh Arteri
Letak
Arteri terletak lebih profunda (dalam), biasanya sulit untuk bisa melihat arteri langsung dari kulit.

Fungsi
Arteri berfungsi untuk membawa darah kaya oksigen dari jantung ke organ tubuh (kecuali arteri pulmonalis, karena membawa darah kaya karbon dioksida ke paru-paru)

Katup
Arteri tidak memiliki katup

Tekanan
Arteri memiliki tekanan yang tinggi karena darah yang dipompa jantung akan dialirkan ke arteri sehingga tekanannya biasanya hanya sedikit lebih rendah dari tekanan yang berasal dari jantung. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan mengukur tekanan di dalam arteri.

Dinnding Pembuluh
Dinding pembuluh tebal, sangat elastik.

Saluran (lumen)
Sempit, karena berdinding tebal.


Saat terjadi perlukaan
Darah di pembuluh arteri akan memancar

Arah aliran
Ke luar dari jantung

Penamaan

Sesuai dengan organ yang akan dilaluinya, contoh : arteri pulmonalis – artinya arteri tersebut akan melalui paru-paru.


Pembuluh Vena
Letak
Vena terletak lebih luar (superfisial), vena mudah untuk dilihat dari kulit.

Fungsi
Vena berfungsi untuk membawa darah kaya karbon dioksida dari organ tubuh ke jantung (kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung)

Katup
Vena memiliki katup di sepanjang pembuluhnya.

Tekanan
Tekanan darah di vena lebih rendah dari arteri.

Dinnding Pembuluh
Dinding pembuluh tipis, sangat mudah teregang.

Saluran (lumen)
Luas, karena berdinding tipis.


Saat terjadi perlukaan
Darah di pembuluh vena akan mengalir
Arah aliran
Menuju ke arah jantung

Penamaan
Sesuai dengan organ yang ditinggalkannya, contoh vena pulmonalis – artinya vena tersebut baru meninggalkan paru-paru.

Nah sudah mengerti kan sekarang setelah dijelaskan ciri ciri perbedaannya, semoga dengan membaca ini anda akan semakin tambah wawasan khususnya tentang materi biologi. 

Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Kita

Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Kita - Apa yang kita makan sehari hari kadang kita tidak tahu bahwa ternyata yang kita makan itu adalah sumber karbohidrat. Nah makanan yang mengandung karbohidrat itu seperti apa sih ? Kita juga harus tahu gizi makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Karena jika salah pola makan juga mengakibatkan sumber penyakit juga. Karena sekarang ini banyak sekali orang yang sakit aneh aneh hanya karena pola makan yang salah. Maka dari itu penting rasanya mengetahui makanan sehat yang mengadung karbohidrat dan mengtahui porsi karbohidrat yang seharusnya di butuhkan oleh tubuh manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan juga menyebabkan fungsi otak kita segar kembali.


Secara umum fungsi karbohidrat bagi tubuh memang menghasilkan energi bagi manusia, Berikut ini akan sedikit admin berikan materi tentang fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia, silakan dibaca baik baik ya, silakan sambil ngopi atau ngemil yang penting bisa menikmati bacaan ini.


Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Kita

Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Manusia

1) Menghasilkan energi
Seperti yang kita ketahui, selain menyehatkan karbohidrat merupakan zat makanan penghasil energi yang paling utama yang sering di temui dalam makanan sehari-hari. Sedangkan arti Energi sendiri ialah kemampuan untuk melakukan kerja. Kandungan karbohidrat yang terdapat dalam tubuh berupa monosakarida, yang cara kerjanya karbohidrat diedarkan oleh hati ke dalam sel-sel tubuh. Dengan adanya oksigen maka monosakarida teroksidasi dan dibawa oleh darah dari hati ke seluruh bagian tubuh manusia, dimana hasil dari oksidasi adalah panas atau kalori. Dari Panas yang terjadi selanjutnya diubah oleh tubuh menjadi energi/tenaga untuk beraktifitas/bergerak. Sehingga secara umum jika semakin banyak pergerakan otot, maka semakin banyak pula karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh.


2) Memberikan efek rasa kenyang
Sebagian besar makanan yang mengandung karbohidrat tinggi akan memberikan rasa kenyang, Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan selulosa yang terdapat dalam bahan makanan berkarbohidrat.

3) Memberikan cadangan tenaga bagi tubuh manusia
Kelebihan utama dari karbohidrat ialah jika seseorang mengkonsumsi makanan berlebihan yang mengandung karbohidrat, maka tidak langsung dibuang oleh tubuh manusia, melainkan disimpan dalam tubuh yang nantinya bisa di manfaatkan oleh tubuh ketika membutuhkan banyak karbohidrat seperti aktifitas tubuh yang meningkat, berolahraga, kerja keras, dan aktifitas yang memerlukan fisik lainnya.

Kebutuhan karbohidrat pada manusia bervariasi, karena jumlah karbohidrat dalam makanan yang kita konsumsi tidak selalu seimbang dengan jumlah karbohidrat yang diperlukan. misalnya saja jika aktifitas sedikit maka konsumsi karbohidrat juga harus sedikit, karena tubuh hanya memerlukan sedikit karbohidrat.

Namun perlu di ketahui juga jika terjadi kelebihan karbohidrat terlalu banyak dan berlangsung dalam waktu lama, maka Kelebihan karbohidrat akan tersimpan dalam bentuk lemak di bawah jaringan kulit. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya kelebihan berat badan yang menimbulkan kegemukan atau obesitas.

Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Kita

Begitupun sebaliknya jika tubuh manusia kekurangan karbohidrat dalam kurun waktu yang cukup lama bisa berakibat terjadinya defisiensi zat gizi yang berdampak pada munculnya penyakit tertentu, seperti busung lapar, dan penyakit lainnya. Hal ini terjadi karena kandungan karbohdrat pada tubuh di pergunakan untuk aktifitas yang sumbernya dari cadangan energi yang berasal dari lemak dan protein pada tubuh. Jika hal ini terus berlangsung tanpa ada upaya pencegahan makan cadangan protein dan lemak akan semakin berkurang dan tentu Hal ini sangat membahayakan kesehatan manusia. 

Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri

Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri - Kita tahu dalam kepala kita terdapat otak yang fungsinya sangat banyak sekali. Otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Kedua otak tersebut disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum. Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan. Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik. Jadi bagian otak ini yang digunakan untuk berpikir mengenai hal hal yang bersifat matematis dan ilmiah.


Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik. Otak kanan ini mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.


Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri

Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.


Misalnya seseorang yang tidak pernah diajarkan untuk menggunakan pola pikir yang logis dan rasional akan menjadi seorang pelukis dan desainer yang hebat, tetapi kurang terbiasa dengan gambar arsitektural yang memerlukan pemikiran logis dengan susunan dan perhitungan analitis.
Juga ditemukan fakta,bahwa salah satu sisi otak yang kurang dipergunakan tersebut diaktifkan, seringkali hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya salah satu bagian saja yang aktif. Ternyata, bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik.


Pemberian beban yang sama kepada kedua dimensi pikiran ini, kita dapat berpikir lebih efektif dengan santai. Daripada hanya terbiasa dengan pola berpikir secara ilmiah atau imajinatif, tentu akan jauh lebih baik lagi bila kita mampu berpikir dengan kedua pola tersebut secara terpadu. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, anda hanya perlu melatih pengembangan kekuatan otak anda seluruhnya, dan potensi tersebut terdapat pada diri setiap orang.

Ada 5 tips kita dapat menghafal dengan cepat.
A.Indera
Keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.

B.Buat Kesan
Untuk membuat sesuatu dapat diingat buat menjadi berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.

C. Mainkan Emosi
Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.

D. Asosiasi dan Imajinasi
Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.

E. Repitisi
Berkonsentrasilah secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.

Itulah tadi cara kerja otak dan fungsinya otak dalam bekerja setiap saat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua.

Pengertian Bakteri dan Ciri Ciri Bakteri serta Manfaat Bakteri

Pengertian Bakteri dan Ciri Ciri Bakteri serta Manfaat Bakteri - Banyak yang masih bingung tentang pengertian bakteri, terutama pada anak anak sma yang sedang mendalami materi biologi. Nah kali ini kampus info akan membahas tentang pengertian bakteri dan jenis jenisnya. Bakteri berasal dari bahasa Latin bacterium . Bacteria adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.


Atau secara gamblangnya Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil).

Pengertian Bakteri dan Ciri Ciri Bakteri serta Manfaat Bakteri


Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.

Ciri-Ciri Bakteri :
  • Umumnya tidak berklorofil
  • Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen
  • Bentuknya beraneka ragam
  • Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron
  • Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot
  • Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel)
  • Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan

Manfaat Kegunaan Bakteri :
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.

Manfaat/Kegunaan Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Kehidupan :
  1. Membantu menyuburkan tanah dengan menghasilkan nitrat
  2. Pengurai sisa makhluk hidup dengan pembusukan
  3. Fermentasi dalam pembuatan makanan dan minuman
  4. Penghasil obat-obatan seperti antibiotik
  5. Mengurai sampah untuk menghasilkan energi
  6. Membantu dalam pembuatan zat-zat kimia, dll

Bakteri dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit, menimbulkan pembusukan, dan merusak makanan.

Berikut ini nama-nama bakteri yang merugikan.
  1. Clostridium tetani, menyebabkan penyakit tetanus.
  2. Corynebacterium dipteri, menyebabkan dipteri.
  3. Staphylococcus aereus, menyerang saluran pernapasan.
  4. Streptococcus pyogenes, menyerang sistem pernapasan.
  5. Micrococcus gonorrhea, menyebabkan penyakit kelamin.
  6. Diplococcus pneumoniae, menyerang paru-paru.
  7. Klebsiella pneumoniae, menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru.
  8. Salmonella typhosa, menyebabkan penyakit tifus.
  9. Shigella shigae, menyebabkan disentri.
  10. Brucella abortus, menyebabkan abortus.
  11. Pasteurella pestis, menyebabkan penyakit pes.
  12. Hemophylus influenza, menyebabkan influenza.
  13. Flavobacterium dan Achromobacter, membusukkan telur.
  14. Lactobacillus, membusukkan sayur-sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.
  15. Staphylococcus dan Achromobacter, menyebabkan daging dan ikan membusuk.
  16. Clostridium botulinum, menghasilkan racun pada makanan kemasan.
  17. Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan racun pada tempe bongkrek. Tempe bongkrek adalah tempe yang dibuat dari ampas kelapa, jika kurang bersih bisa dijangkiti bacteri Pseudomonas yang menghasilkan aflatoksin.

Pengertian Definisi Litosfer dan Apa Itu Pedosfer ?

Pengertian Definisi Litosfer dan Apa Itu Pedosfer ? - Kita akan membahas sedikit lebih dalam tentang materi Geografi, yaitu tentang Litosfer dan Pedosfer. Apa itu Litosfer dan Apa itu pedosfer nanti setelah saya posting artikel ini harapannya pembaca jadi bisa membedakan antara Litosfer dan pedosfer. Sebenarnya litosfer dan pedosfer sama sama lapisan bumi paling atas. Namun keduanya mempunyai pengertian masing masing. Jadi kampus info akan menjabarkan satu persatu dari Litosfer dan Pedosfer.

Pengertian Litosfer | Definisi Litosfer | Apa Itu Lihosfer ?

Litosfer merupakan bagian luar bumi yang berfungsi sebagai pembungkus. Litosfer berasal dari kata lithos yan artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Unsur penyusun litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), aluminium (8,1%), besi (5%), kalsium(3,6%), natrium (2,8%), dan magnesium (2,1%).
Litosfer disebut juga sebagai lapisan kulit bumi. Kulit Bumi ini tidaklah merata.
Bumi terdiri dari tiga lapisan, yaitu inti, mantel, dan kerak.

Pengertian Litosfer | Definisi Litosfer | Apa Itu Lihosfer ?

a. Inti Bumi (Terdiri dari Besi dan Nikel)
Inti Bumi mempunyai jari-jari ±3.450 km, dengan volume
kurang dari 20% volume bumi. Inti bumi ada dua yaitu inti
dalam dan inti luar.
b. Mantel
Mantel adalah lapisan bumi yang mempunyai ketebalan ±2.900
km, suhu ±1.500˚C-3.000˚C, serta tersusun oleh batuan yang
amengandung silikat dan magnesium.
c. Kerak Bumi
Ada dua macam kerak bumi, yaitu kerak benua dan kerak
samudra. Kurang lebih 65% kerak bumi merupakan kerak
samudra.

Manfaat Litosfer

Litosfer merupakan tempat melakukan aktifitas bagi manusia serta makhluk hidup lainnya.
Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Untuk kebutuhan industri, seperti industri elektronika, industri peralatan rumah tangga, industri bahan bangunan, maupun industri kendaraan bermotor dapat memanfaatkan unsur besi dan aluminium.
  2. Dalam lapisan litosfer banyak terkandung berbagai mineral, seperti intan, emas, perak, dan lain-lain.
  3. Unsur uranium meskipun dalam jumlah yang sedikit dan terbatas dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan pembuatan bahan peledak.
  4. Dalam kegiatan pertanian juga memanfaatkan unsur pada litosfer seperti pupuk buatan berupa NPK (nitrogen, phosphat, dan kalium). 

Pedosfer
Pengertian Pedosfer | Definisi Pedosfer | Apa Itu Pedosfer ?
Pedosfer adalah lapisan paling atas dari  permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah. Secara sederhana pedosfer diartikan sebagai lapisan tanah yang menempati lapisan bagian paling atas dari litosfer.
Pengertian Pedosfer | Definisi Pedosfer | Apa Itu Pedosfer ?

Pengertian Mikrobiologi

Pengertian Mikrobiologi - Mungkin masih banyak yang menanyakan tentang pengertian mikrobiologi ataupun definisi dan arti dari Mikrobiologi tersebut. Disini kampus info akan menjelaskan sedikit tentang pengertian Mikrobiologi. Mungkin dalam tugas anda disuruh untuk menjelaskan maksud dari mikrobiologi tersebut. Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari jasad yang sangat kecil, biasanya memiliki ukuran sel lebih kecil dari 0,1 mm atau 100 mikrometer. Jasad tersebut dikenal sebagai mikrobia, mikroorganisme atau jasad renik. Mikrobia berasal dari kata mikro yang artinya kecil dan bios yang artinya hidup, sedangkan mikroorganisme adalah jasad yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop, atau jasad mikroskopik (microscopic organisms). Mikrobia pada umumnya bersifat uniselular, hidup bergerombol membentuk klaster, dan ada yang bersifat aselular (virus).

Pengertian Mikrobiologi

Mikrobiologi merupakan ilmu dasar dan ilmu terapan yang memerlukan teknik khusus untuk mendapatkan mikrobia yang diinginkan oleh sebab itu mikrobiologi memiliki ruang lingkup cukup luas yang meliputi berbagai ilmu seperti bakteriologi, virologi, mikologi, parasitologi, dan sebagainya.

Pengertian Embriologi dan Manfaatnya

Pengertian Embriologi dan Manfaatnya - Mungkin kata embriologi masih asing bagi kalian semua termasuk para pelajar dan mahasiswa atau bahkan guru sekalipun. Maka dari itu saya akan berbagi informasi tentang pengertian embriologi dan juga manfaatnya. Apa itu Embriologi ?? Embriologi adalah spesialisasi medis yang berkaitan dengan studi tentang pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin selama kehamilan, dari pembuahan sel telur sampai kelahiran.

Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang embrio, sedangkan Embrio sendiri adalah sesuatu yang masih dalam perkembangan awal. Tingkat perkembangan awal yang dimaksud adalah apabila bentuk, struktur maupun fungsinya belum mirip/serupa dengan bentuk dasar individu dewasa.

Pengertian Embriologi dan Manfaatnya


Ruang lingkup dari ilmu embriologi meliputi organ reproduksi, sistem reproduksi, gametogenesis, fertilisasi awal, fertilisasi akhir, embriogenesis, blastulasi, gastrulasi, organogenesis, neurulasi, selaput ekstra embrional dan teratologi. Sebagai salah satu disiplin ilmu, embriologi telah memiliki sub disiplin ilmu yang lebih khusus, meliputi Discriptive Embriologi, Comparative Embriologi, Experimental embriologi.

Manfaat/kegunaan embriologi adalah :

1. Memberikan pengertian tentang organ dan jaringan yang berbeda, berkembang dari suatu sel tunggal (zigot). Embriologi berperan membantu mengungkapkan rahasian keturunan, penentuan sek.

2. Membantu memberikan gambaran perkembangan lapisan-lapisan yang berhubungan dengan fetus dan ibu.

3. Membantu memberikan gambaran adanya struktur yang rudimenter dalam suatu perkembangan.

4. Membantu memberikan gambaran mengenai perkembangan normal dan perkembangan abnormal. 

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem - Materi biologi ini patut anda pahami, mengingat pentingnya ekosistem di lingkungan kita. Materi kelas XI SMA IPA ini salah satunya ada yang membahas tentang ekosistem. Nah kampus-info kali ini akan membahas tentang pengertian ekosistem. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Selain pengertian tersebut yang telah disebutkan, ekosistem sebenarnya memiliki pengertian yang cukup banyak,diantaranya ekosistem berarti suatu kesatuan ekologi yang lengkap.

Banyak sekali pengertian pengertian ekosistem yang lain misalnya ekosistem yaitu keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai satu kesatuan ekologi dalam alam. Ekosistem juga diartikan sebagai komunitas organik yang terdiri dari tumbuhan dan hewan bersama dengan habitatnya.

Pengertian Ekosistem

Jadi pengertian ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang tak terpisahkan.

Untuk urutannya bisa anda lihat sebagai berikut :

Individu – Populasi – Komunitas – Ekosistem – Biosfer


1.Individu

Pengertian individu adalah satu makhluk hidup tunggal. Contohnya seekor burung anis merah, seekor gajah, dan yang lainnya.

2.Populasi

Pengertian populasi adalah sejumlah individu dari satu jenis tertentu yang berada dalam suatu jenis tertentu yang berada dalam suatu tempat tertentu dan dapat saling menghasilkan keturunan. Sebagai contoh dalam suatu perternakan ada beberapa kambing maka disebut dengan populasi kambing.

3.Komunitas

Pengertian komunitas adalah seluruh populasi yang hidup bersama dan menempati suatu lingkungan tertentu. Sebagai contoh adalah dalam suatu kebun terdapat populasi serangga, populasi cacing, dan populasi pohon rambutan. Maka semuanya itu disebut sebagai suatu komunitas.

4.Biosfer

Definisi biosfer adalah keseluruhan ekosistem yang ada di muka bumi ini (darat, air, dan udara)

Pada dasarnya ekosistem terbentuk dari 2 komponen, yaitu biotik dan abiotik.

1. Komponen biotik
Komponen biotik suatu ekosistem merupakan komponen yang terdiri dari organisme yang dikelompokkan sebagai berikut.

a Berdasarkan cara memperoleh makanan
Organisme autotrop, merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri). Organisme autotrop dibedakan menjadi dua tipe.

  • Fotoautotrop adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau.
  • Kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri nitrit dan nitrat

Organisme heterotrop, adalah organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya hewan, jamur dan bakteri non autotrop.

b. Berdasarkan kedudukan fungsional dalam ekosistem (Niche)

  • Produsen, semua organisme autotrop.
  • Konsumen, semua organisme heterotrop. Contohnya karnivora, herbivora dan omnivora.
  • Pengurai atau perombak, organisme yang mampu menguraikan organisme mati menjadi mineral atau bahan anorganik kembali. Contohnya bakteri dan jamur.
  • Detritivora, organisme yang memakan bahan organik dan diubah menjadi partrikel organik yang lebih kecil strukturnya. Contohnya cacing tanah dan kumbang kotoran.

2. Komponen abiotik
Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain sebagai berikut.

a. Tanah
Tanah berperan penting bagi tumbuhan, hewan, dan manusia, sebagai tempat tumbuh dan hidupnya tanaman, melakukan aktivitas kehidupan, tempat berlindungnya hewan tertentu seperti tikus dan serangga, serta sumber nutrisi bagi tanaman.

Kondisi tanah ditentukan oleh derajat keasaman (pH) tanah, tekstur atau komposisi tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah terhadap penyerapan air, garam mineral dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman.

b. Air
Semua organisme hidup tidak dapat lepas dari ketergantungannya terhadap air. Air diperlukan organisme dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya, tergantung dari kemampuannya menghemat penggunaan air. Organisme yang hidup pada habitat kering umumnya memiliki cara penghematan air.

Keadaan air sangat ditentukan oleh faktor-faktor berikut.

  • Salinitas atau kadar garam bagi organisme yang hidup pada habitat air sangat berpengaruh.
  • Curah hujan mempengaruhi jenis organisme yang hidup pada suatu tempat.
  • Penguapan mempengaruhi adaptasi tanaman pada tempat tertentu.
  • Arus air mempengaruhi jenis hewan dan tumbuhan yang dapat hidup pada habitat air tertentu.

c. Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan organisme. Sebagaimana manusia membutuhkan udara untuk bernapas. Kondisi udara pada suatu tempat sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.

  • Cahaya matahari, sangat penting untuk laju proses fotosintesis tumbuhan hijau untuk memberikan pasokan oksigen ke lingkungan.
  • Kelembaban, merupakan kadar air yang terdapat di udara yang mempengaruhi kecepatan penguapan dan kemampuan bertahan hewan terhadap kekeringan.
  • Angin, berpengaruh terhadap tumbuhan dalam hal system perakaran dan penyerbukan tanaman.

d. Topografi
Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi persebaran organisme.

e. Iklim
Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotik pada suatu tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.


Pengertian Ekosistem



Itulah materi ekosistem yang pernah saya pelajari dahulu waktu sma. Jadi setiap anda Sekolah ditingkat SMA andapun pasti akan mendapatkan materi ini jika masuk di Jurusan IPA. Dan Bahkan ketika anda mendaftar SBMPTN 2014 pun soal soalnya tidak lepas dari materi ekosistem. Pelajari dengan sungguh sungguh materi ekosistem ini. Semoga bermanfaat.

Sirkulasi Darah dan Fungsinya

Sirkulasi Darah dan Fungsinya - Berikut ini kampus info akan memberikan materi tentang defenisi dan Fungsi Sistem Sirkulasi darah. jika masih belum memahami tentang sirkulasi darah, maka artikel ini sangat penting untuk dibaca. Sistem sirkulasi darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Sistem sirkulasi dibagi dalam dua bagian besar yaitu sistem kardiovaskular (peredaran darah) dan sistem limfatik. Sistem kardiovaskular terdiri atas jantung, yang memompa dan mempertahankan aliran darah, arteri yang mengangkut darah pergi dari jantung, arteriol, pembuluh kecil yang menuju ke pembuluh yang lebih kecil lagi yaitu kapiler, venul, pembuluh halus yang menampung isi kapiler
Sirkulasi Darah dan Fungsinya

Fungsi sirkulasi adalah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh, untuk mentranspor zat makanan ke jaringan tubuh, mentranspor produk-produk yang tidak berguna, menghantarkan hormon dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain, dan secara umum untuk memelihara lingkungan yang sesuai di dalam seluruh jaringan tubuh agar sel bisa bertahan hidup dan berfungsi secara optimal.

Kecepatan aliran darah yang melewati sebagian besar jaringan dikendalikan oleh respon dari kebutuhan jaringan terhadap zat makanan. Jantung dan sirkulasi selanjutnya dikendalikan untuk memenuhi curah jantung dan tekanan arteri yang sesuai agar aliran darah yang mengalir di jaringan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Sirkulasi dibagi menjadi dua yaitu, sirkulasi sistemik dan sirkulasi paru. Karena sirkulasi sistemik menyuplai aliran darah ke seluruh jaringan tubuh kecuali paru, dapat juga disebut sirkulasi besar atau sirkulasi perifer.

Bagian fungsional sirkulasi, fungsi arteri adalah untuk mentransport darah ke jaringan di bawah tekanan yang tinggi. arteriol merupakan cabang-cabang kecil yang terakhir dari sistem arteri dan berfungsi sebagai saluran kendali untuk menentukan darah yang akan di lepaskan ke kapiler. Aeteriol memiliki dinding otot yang kuat seingga dapat menutup arterio secara total, atau dengan berelaksasi dapat mendilatasi arteriol hingga beberapa kali lipat. Fungsi kapiler adalah untuk pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon, dan bahan-bahan lainnya antara darah dan cairan interstisial. Untuk dapat melakukan peran ini, dinding kapiler bersifat sangat tipis dan memiliki banyak pori-pori kapiler yang sangat kecil, yang permeable terhadap air dan zat bermolekul lainnya. Venula mengumpulkan darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung menjadi vena yang semakin besar. Vena berfungsi sebagai saluran untuk mengangkut darah dari venula kembali ke jantung yang sama pentingnya juga, vena berperan sebagai penampung darah utama ekstra.

Pengertian Fotosintesis

Pengertian Fotosintesis - Berbagai pengertian sudah kampus info berikan untuk anda semua. Kali ini yang kampu info ingin berikan lagi adalah pengertian fotosintesis. Masih banyak siswa bahkan mahasiswa yang membutuhkan pengertian ini, maka dari itu saya akan berikan informasi tentan g pengertian fotosintesis. Fotosintesis adalah salah satu cara tumbuhan untuk menghasilkan makanan dan energi. Fotosintesis adalah pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau melalui suatu proses biokimia pada klorofil dengan bantuan sinar matahari. Karena kemampuannya membuat makanan sendiri, tumbuhan hijau dikenal sebagai organisme autotrof.

Fotosintesis berasal dari kata foto yang artinya cahaya dan sintesis yang artinya penyusunan. Dengan kata lain, fotosintesis merupakan proses penyusunan bahan organik (karbohidrat) dari H2O dan CO2 dengan bantuan energi cahaya. Fotosintesis hanya akan terjadi jika tumbuhan mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari lalu mengkonversikannya menjadi energi kimia yang terikat dalam molekul karbohidrat. Secara sederhana, reaksi fotosintesis adalah seperti gambar di samping ini:

12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O

Selain karbohidrat, pada proses fotosintesis juga di hasilkan oksigen dan air. Itu sebabnya tubuhan hijau sangat efektif untuk menanggulagi polusi udara dan efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Pengertian Fotosintesis

Seperti di sebutkan sebelumnya bahwa proses fotosintesis membutuhkan dua komponen utama, yaitu klorofil (zat hijau daun) dan cahaya matahari. Karena itu proses fotosintesis hanya terjadi pada siang hari dan hanya pada tumbuhan yang memiliki klorofil. Fungsi klorofil itu sendiri adalah untuk menyerap sinar matahari sehingga di sebut juga sebagai pigmen fotosintesis. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel yang mengandung klorofil. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.

Berdasarkan proses reaksinya, Fotosintesis di bagi menjadi 2, yaitu:

1. Reaksi Terang, yaitu reaksi fotosintesis dimana klorofil mengubah energi matahari menjadi energi kimia dalam bentuk ATP. Reaksi terang membutuhkan cahaya, karena itu harus terjadi di siang hari.

2. Reaksi Gelap, yaitu reaksi fotosintesis yang tidak membutuhkan cahaya. Pada reaksi gelap ini terjadi proses pembentukan karbohidrat melalui konversi CO2 dan air. Reaksi gelap terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Fotosintesis

Proses fotosintesis di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Faktor internal tumbuhan , seperti translokasi karbohidrat, umur daun, ketersediaan nutrisi, kerusakan organ-organ tumbuhan yang berpengaruh pada proses fotosintesi seperti kerusakan pada daun, jumlah daun yang sedikit, dll.

2. Faktor Lingkungan, faktor lingkungan di kenal sebagai faktor pembatas atau faktor penghambat fotosintesis karena berpengaruh secara langsung terhadap laju fotosintesis. Berikut adalah beberapa faktor lingkungan yang menentukan laju fotosintesis:

Intensitas cahaya. Laju fotosintesis tinggi ketika intensitas cahaya matahari sangat banyak.
Suhu. Suhu yang optimal di perlukan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis.
Konsentrasi karbon dioksida. Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
Kadar air. Air berfungsi untuk mengontrol stomata. Kekurangan air akan menyebabkan stomata menutup sehingga akan menghambat penyerapan karbon dioksida yang akhirnya dapat menurunkan laju fotosintesis.
Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Jika kadar fotosintat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Sedangkan kadar fotosintat yang banyak hingga mencapai titik jenuh akan menyebabkan laju fotosintesis menurun.
Tahap pertumbuhan. Tumbuhan yang baru tumbuh membutuhkan banyak energi daripada tumbuhan dewasa. karena itu laju fotosintesis pada tanaman yang baru tumbuh lebih tinggi daripada tumbuhan dewasa.