Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Pengertian Obligasi dan Jenisnya

Pengertian Obligasi dan Jenisnya - Semua orang pasti sudah pernah mengalami hutang, bagi yang belum segeralah hutang hehehe,,,tidak tidak jangan di tiru ya. Ngomong ngomong masalah hutang, kampus-info akan memberikan materi tentang pengertian obligasi dan juga jenis jenis obligasi. Nah apa sebenarnya obligasi itu ? nanti akan saya berikan rinciannya agar kita semua paham akan pengertian obligasi, dan hubungannya dengan hutang tadi apa ya ? makanya silahkan baca artikel berikut ini.

Obligasi adalah suatu pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas dasar persentase tertentu yang tetap.
Jadi lebih detilnya adalah surat tanda bukti utang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada pemegangnya dengan imbalan bunga sejumlah tertentu.

Pengertian Obligasi dan Jenisnya

Jenis-jenis Obligasi

1. Obligasi dijamin dan obligasi tidak dijamin

Yang tergolong obligasi dijamin adalah : Obligasi hipotik yaitu obligasi yang penerbitannya dijamin dengan suatu jaminan tertentu misalnya real estate. Yang termasuk obligasi dijamin ini adalah Obligasi trust yang penerbitannya dijamin oleh saham atau obligasi perusahaan lain.

Sedangkan obligasi tidak dijamin adalah obligasi yang penerbitannya tidak dijamin dengan suatu jaminan. Obligasi ini sangat beresiko sehingga apabila perusahaan menerbitkan obligasi jenis ini akan memberikan tingkat bunga yang tinggi, dalam rangka untuk menarik minat calon investor.

2. Obligasi Berjangka, Obligasi Serial dan Obligasi Dapat Ditebus

Obligasi berjangka adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo dalam satu tanggal. Obligasi serial adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo secara serial atau berangsur. Obligasi dapat ditebus adalah obligasi yang memberikan hak kepada penerbitnya untuk menebus dan menarik obligasi tersebut sebelum jatuh temponya.

3. Obligasi Konvertibel

Obligasi konvertibel adalah suatu obligasi yang dapat dikonversi dengan surat berharga lain pada suatu waktu setelah penerbitannya. Biasanya obligasi jenis ini akan bisa dikonversikan ke dalam saham.

4. Obligasi Terdaftar dan Atas Unjuk

Obligasi terdaftar adalah obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik. Obligasi atas unjuk adalah obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan dapat ditransfer dari satu pemilik ke pemilik lain cukup melalui penyerahan saja.

Nah jadi mengerti khan kenapa diawal tadi saya berbicara masalah hutang ? semoga anda semakin mengerti dan paham tentang pengertian obligasi yang saya tulis di artikel ini.

Pengertian Inflasi dan Dampaknya

Pengertian Inflasi dan Dampaknya - Tahukah anda bahwa semua orang yang melakukan jual beli pernah mengalami Inflasi. Namun banyak yang tidak tahu bahwa mereka pernah mengalaminya. Hal ini dikarenakan mereka belum tahu sebenarnya Inflasi itu seperti apa dan bagaimana bisa terjadi dan bagaimana nanti dampaknya terhadap konsumen ? Terutama masyarakat awam atau sekitar Pasar tradisional. Mereka banyak yang mengalami inflasi namun tidak memahaminya secara langsung. Nah bagi yang ingin tahu tentang inflasi maka akan saya bagikan pengertian inflasi untuk anda semua.


Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Nah dari sini sudah sedikit tahu kan inflasi itu apa?? Inflasi akan mengakibatkan menurunnya daya beli masyrakat, Hal itu akan menyebabkan tingkat pendapatan menjadi menurun. Saya gambarkan lewat contoh Misalnya, besarnya inflasi pada tahun ini karena mendekati Hari Raya naik sebesar 7 %, sementara pendapatan tetap , hal itu berarti secara riil pendapatan mengalami penurunan sebesar 7 % yang relative akan menurunkan daya beli sebesar 5%. tahu kan makud saya ??

Pengertian Inflasi dan Dampaknya

Macam-Macam Inflasi

1. Berdasarkan tingkat kualitas parah atau tidaknya
Ada beberapa inflasi berdasarkan tingkat kualitas parah atau tidaknya yaitu:
a) Inflasi ringan

Inflasi ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation)adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10% per tahun,inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang yang selalu berada dalam proses pembangunan.

b) Inflasi sedang

Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun.Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi.Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat dilihat garak kenaikan harga.Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh ,mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil bila dibandingkan dengan kenaikan harga.

c) Inflasi berat

Inflasi berat adalah inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%.Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan.Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi.

d) Inflasi liar (hyperinflation)

Inflasi liar adalah inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi bila setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).

2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
a) Inflasi karena tarikan permintaan atau inflasi permintaan (demand full inflation)

Inflasi ini merupakan inflasi yang disebabkan oleh besarnya permintaan masyarakat akan barang-barang. Permintaan total yang berlebihan biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.


b) Inflasi karena kenaikan biaya-biaya produksi (cost push inflation)

Inflasi ini terjadi karena adanya perubahan tingkat penawaran. Kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.


Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh kombinasi dari empat faktor:
  • Persediaan Uang yang bertambah The supply of money goes up.
  • Supply dari barang yang berkurang
  • Permintaan terhadap uang tersebut menurun
  • Permintaan untuk barang – barang lain naik. (Donny S. Makalew)

D. Pengaruh/ Dampak Inflasi

Inflasi dapat menyebabkan prekonomian tidak berkembang secara normal. Dalam kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi dapat membawa pengaruh sebagai berikut :
a) Inflasi mendorong penanaman modal spekulatif

Pada saat inflasi, para pemilik modal cenderung melakukan investasi spekulatif,misalnya dengan cara membeli tanah,rumah,atau menyimpan barang-barang berharga yang lebih menguntungkan bila dibandingkan melakukan investasi produktif yang belum tentu akan memberikan kontribusi positif untuk selanjutnya.

b) Inflasi menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan.

Inflasi akan semakin berkembang bila tidak di kendalikan. Gagal mengendalikan inflasi akan menimbulkan ketidakpastian ekonomi serta sulit di ramalkan sehingga akan dapat mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

c) Inflasi menimbulkan masalah neraca pembayaran

Inflasi menyebabkan harga barang-barang impor lebih murah bila dibandingkan dengan harga barang produksi dalam negeri.Maka impor berkembang lebih cepat,tetapi ekspor akan bertambah lambat.Dengan demikian arus modal ke luar negeri akan lebih banyak dari pada yang masuk ke dalam negeri.Keadaan seperti ini akan mengakibatkan terjadinya defisit neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang dalam negeri.


E. Akibat Inflasi

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. Secara singkat dapat di pilah akibat buruk dari inflasi tersebut.

1. Kesenjangan Distribusi Pendapatan

Dalam keaadaan inflasi nilai harta tetap seperti tanah, rumah, bangunan, pertokoan dan sebagainya akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut seringkali lebih cepat dari kenaikan inflasi itu sendiri. Sebaliknya pendapatan riil penduduk berpengahasilan rendah merosot. Dengan demikian maka inflasi memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan antara anggota-anggota masyarakat.

2. Pendapatan Riil Merosot

Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dari hal tersebut biasanya dalam masa inflasi kenaikan harga cenderung selalu mendahului kenaikan pendapatan.Dengan demikian inflasi cenderung menimbulkan kemerosotan pendapatan riil sebagian besar tenaga kerja.Ini berarti kemakmuran masyarakat merosot.

3. Nilai Riil Tabungan Merosot

Bagi masyarakat yang menyimpan sebagian kekayaannya dalam benatuk deposito dan tabungan di Bank, dalam masa inflasi nilai riil tabungan tersebut akan merosot, tidak hanya itu masyarakat yang memegang uang tunai pun akan dirugikan karena penurunan nilai riilnya. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

4. Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur),

inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

5. Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.

Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Nah setelah membaca ini pasti kalian tahu bagaimana yang terjadi besok ketika minggu akhir bulan puasa menjelang Hari raya ? Mau dipihak yang untung atau dipihak yang rugikah anda ?hehe..tentunya pilih yang untung dong.

Pengertian Anggaran Penjualan dan Tujuannya

Pengertian Anggaran Penjualan dan Tujuannya - Daripada anda ngigau yang tidak jelas mending ngebantu orang tua masak. Apa hubungannya ? kaya caesar aja. Ya berhubung ini tulisan saya sendiri ya tidak apa apa. yang penting karyaku bisa dibaca orang banyak. Dan jika bermanfaat tinggal edit aja. Jangan kopi paste seluruhnya, nanti ketahuan. orang kata kataku ngawur kayak gini kok di kopas wkwkw. Langsung saja saya berikan materinya. Siapkan kopi dan makaran ringan. Pantengin terus blog kampus-info.com ini. Siapa tahu anda mendapat hadiah dari Orang tua anda. semakin mumed. hehe.

Anggaran Penjualan adalah anggaran yang menerangkan secara terperinci dan teliti tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat penjualan barang.

Pengertian Anggaran Penjualan dan Tujuannya

Anggaran jualan berarti anggaran hasil penjualan atau anggaran hasil proses menjual. Menjual (sell) berarti menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu dan pada saat tertentu. Penjualan (selling) berarti proses kegiatan menjual, yaitu dari kegiatan penetapan harga jual sampai produk didistribusikan ke tangan konsumen (pembeli). Jualan (sales) adalah hasil penjualan atau hasil proses menjual.

Jadi, penjualan memiliki arti yang berbeda dengan jualan. Anggaran jualan disusun oleh fungsi penjualan (manajer pemasaran). Anggaran jualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu.

Tujuan utama dari anggaran penjualan adalah : 

  • Mengurangi ketidakpastian dimasa depan 
  • Memasukkan pertimbangan / keputusan manajemen dalam proses perencanaan 
  • Memberikan informasi dalam profit planing control 
  • Untuk mempermudah pengendalian penjualan

Jadi jika anda ingin masuk di dunia bisnis anda butuh sekali pemahaman seperti postingan ini. Banyak yang mengatakan bahwa tahun ini adalah tahunnya manajemen bisnis. karena pendaftar snmptn kemarin banyak yang memilih jurusan ekonomi manajemen. jika tidak percaya ya silahkan tunggu pengumuman hasil snmptn 2014 besok tanggal 27 mei 2014. pasti banyak yang daftar di jurusan manajemen bisnis. Selamat buat anda yang suka dengan manajemen bisnis. khususnya anggaran penjualan.

Kegunaan Daftar Akun ( Chart of Account )

Kegunaan Daftar Akun ( Chart of Account ) - Tahukah anda bahwa chart of account itu banyak sekali kegunaannya. Jika anda membaca artikel ini pasti anda akan sedikit tahu apa sebenarnya guna dari daftar akun itu sendiri. Apa sih sebenarnya Daftar akun itu ? dan apa kegunaannya ? Makanya mari kita ulas bersama disini. Bagi yang baru belajar akuntansi atau akan belajar akuntansi, akan sedikit bingung dengan istilah chart of account. Chart of account adalah sekumpulan jenis akun yang akan kita gunakan saat mencatat transaksi keuangan. Tujuan kita membuat chart of account adalah untuk menstandarkan jenis – jenis akun yang akan kita gunakan dalam proses pencatatan. Chart of account mempunyai fungsi yang cukup penting dalam pengembangan system akuntansi di dalam bisnis kita. Apabila kita tidak membuat chart of accont, maka kita akan kebingungan pada pertengahan proses pencatatan transaksi. Contoh yang paling gampang adalah soal pencatatan asset yang kita punya. Dalam kurun waktu pencacatan kemungkinan besar akan ada asset yang sama akan tetapi tidak serupa yang harus kita catat dalam buku catatan kita. Contoh yang paling ekstrim adalah ketika kita mencoba mencatat barang dagangan kita yang berupa barang – barang tekstil. Tentu barang yang kita punyai tidak satu jenis saja akan tetapi berbagai macam jenis. Barang dagangan kita ada yang berupa kaos, celana, jaket, dll. Kaos pun juga ada berbagai macam, ada yang lengan panjang, da nada yang lengan pendek. Hal itu juga berlaku untuk celana dan jaket. Apabila kita menstandarkan barang dagangan kita dengan chart of account, kita akan kesusahan dalam mencatatnya. Untuk itulah hal ini perlu kita standarkan dengan kata persediaan saja. Hal itu akan sangat membantu kita dalam proses pencatatan. Kalaupun kita perlu detail akan barang yang kita catat, cukup kita tulis di buku pembantu yang di lain kesempatan akan kita bahas lebih lanjut.

Chart of account pada dasarnya terbagi dalam 2 kelompok besar, yaitu kelompok neraca, dan kelompok income statement. Chart of account tersebut dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan kemauan pemilik bisnis. Jadi chart of account itu tidak strict, dapat berubah sesuai degang kebutuhan. Akan tetapi yang paling penting adalah konsisten dalam penggunaannya

Rumus Perhitungan COGM Dan COGS

Rumus Perhitungan COGM Dan COGS - Kali ini kampus-info akan memberikan informasi mengenai Rumus COGM dan COGS, Jika anda belum mengerti dan belum hafal, alangkah baiknya anda baca artikel ini dan pahami baik baik mengenai Rumus Perhitungan COGM Dan COGS. Berikut ini formula untuk menghitung COGM dan COGS.

Prime Cost = Direct Materials Cost + Direct Labor Cost

Total Factory Cost or Manufacturing Cost = Direct Materials + Direct Labor Cost + Factory Overhead

Conversion Cost = Direct Labor Cost + Factory Overhead Cost

Cost of Goods Manufactured (COGM) = Total Factory Cost + Opening Work in Process Inventory – Ending Work in Process Inventory
Or
Cost of Goods manufactured = Direct materials cost + Direct labor cost + Factory overhead cost + Opening work in process inventory – Ending work in process inventory

Cost of goods sold (COGS) = Cost of goods manufactured + Opening finished goods inventory – Ending finished goods inventory
Or
Cost of goods sold = Direct materials cost + Direct labor cost + Factory overhead cost + Opening work in process inventory – Ending work in process inventory + Opening finished goods inventory – Ending finished goods inventory

Number of units manufactured = Units sold + Ending Finished Goods units – Opening finished goods units

Per unit cost of goods manufactured = Cost of goods manufactured / Units manufactured

Materials used or consumed = Opening inventory or materials + Net purchases of materials – Ending inventory of materials

Pengertian Akuntansi Dalam Islam

Pengertian Akuntansi Dalam Islam - Berikut ini kampus info akan memberikan informasi tentang pengertian akuntasi dalam konsep islam, Dalam bahasa arab, Akuntansi disebut sebagai Muhasabah. Secara umum muhasabah memiliki dua (2) pengertian pokok yaitu:

1. Muhasabah dengan arti Musa'alah (perhitungan), dan
2. Muhasabah dengan arti Munaqasyah (Perdebatan).


Proses Musa'alah dapat diselesaikan secara individu atau dengan perantara orang lain, atau dapat pula dengan perantara Malaikat, atau oleh Allah sendiri pada hari kiamat nanti. Muhasabah dengan arti pembukuan/ pencatatan keuangan seperti yang diterapkan pada masa awal munculnya Agama Islam. Juga diartiakan dengan penghitungan modal pokok serta keuntungan dan kerugian.

Muhasabah juga berarti pendataan, pembukuan, dan semakna dengan Musa'alah, perdebatan, serta penentuan imbalan/ balasan seperti yang diterapkan dalam lembaga-lembaga Negara, lembaga Baitul Maal, undang-undang wakaf, Mudharabah, dan serikat-serikat kerja.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa pengertian Akuntansi dalam Agama Islam adalah:

  1. Pembukuan keuangan
  2. Perhitungan,
  3. Perdebatan, dan
  4. Pengimbalan

Kedua makna ini saling terkait dan sulit memisahkannya, yaitu sulit membuat perhitungan tanpa adanya data-data, dan juga data-data menjadi tak berarti tanpa perhitungan dan perdebatan.

Akutansi Islam atau Akutansi Syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akutansi dalam menjalankan syariah Islam, misalnya mendefinisikan Akutansi Islam sebagai berikut:

“ Postulat, standar, penjelasan dan prinsip akutansi yang menggambarkan semua hal…sehingga Akutansi Islam secara teoritis memiliki konsep, prinsip, dan tujuan Islam juga. Semua ini secara serentak berjalan bersama bidang ekonomi, social, politik, idiologi, etika, kehidupan, keadilan dan hukum Islam. Akutansi dan bidang lain itu adalah satu paket dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain,.”

Sesuai dengan penjelasan Akutansi dalam bahasa Arab disebut Muhasabah terdapat 48 kali disebut dalam Alquran.

Kata Muhasabah memiliki 8 pengertian:

  1. Yahsaba yang berarti menghitung, to compute, atau mengukur atau to mensure.
  2. Juga berarti pencatatan dan perhitungan perbuatan seseorang secara terus menerus,
  3. Hasaba adalah selesaikan tanggung jawab,
  4. Agar supaya bersifat netral,
  5. Tahasaba berarti menjaga,
  6. Mencoba mendapatkan,
  7. Mengharapkan pahala diakhirat, dan
  8. Menjadikan perhatian atau mempertanggungjawabkan.

Dari pengertian di atas dapat dinyatakan bahwa kaidah Akuntansi dalam konsep Syariah Islam dapat didefinisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan permanen, yang disimpulkan dari Sumber-Sumber Syariah Islam dan dipergunakan sebagai aturan oleh seorang Akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukuan, analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa.

Semoga bermanfaat artikel ini.